Ads Top

Taliban dan Mujahidin Bergerak Menuju Israel Guna Membantu Hamas Membebaskan Palestina



Iring-iringan kendaraan perang terpantau menuju Israel. Surat kabar Aljazeera menyebutkan, Taliban dan Mujahidin bertanggungjawab atas konvoi yang membuat Israel ketakutan tersebut.

Bersatunya kedua militan tersebut terjadi setelah otoritas Israel mengumumkan telah menyetujui pembangunan 2.500 rumah di Tepi Barat, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilantik.

Hal ini memicu kecaman dari Liga Arab yang menyebutnya sebagai upaya menghalangi perdamaian.

Dilaporkan organisasi pemantau permukiman Yahudi, Peace Now, seperti dilansir AFP, Rabu (25/1/2017), rencana pembangunan permukiman Yahudi yang baru itu disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Liebermen.



Peace Now menyebut rencana pembangunan 2.500 rumah ini sebagai jumlah terbesar yang pernah disetujui oleh otoritas Israel, sejak tahun 2013. Permukiman Yahudi baik di Tepi Barat maupun Yerusalem Timur dipandang ilegal di bawah hukum internasional.

Demi rencana tersebut, tentara Israel masuk ke pengungsian Palestina untuk mengintimidasi. Mereka juga tidak segan-segan menembak warga Palestina yang ingin mempertahankan haknya. (aljazeera)


1 komentar:

  1. Semoga para mujahidin tetap gigih berjuang demi menyelamatkan Gaza dari gempuran tentara Zionis Israel. http://transparan.id

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.