Sponsored by

Rabu, 13 Desember 2017

Iringan Pasukan Bersenjata Lengkap Bergerak Menuju Israel, Amerika Panik



Iring-iringan pasukan bersenjata lengkap terpantau menuju Israel. Surat kabar Aljazeera menyebutkan, konvoi tersebut merupakan pasukan Taliban dan Mujahidin. Amerika Serikat pun panik.

Bersatunya kedua militan tersebut terjadi setelah Donald Trump meresmikan Yerusalem sebagai ibukota Israel yang memicu kecaman dari Liga Arab yang menyebutnya sebagai upaya menghalangi perdamaian.

Salah seorang pejuang yang berhasil diwawancarai mengatakan, peresmian Yerusalem sebagai ibukota Israel adalah awal dari kehancuran Israel yang semakin dekat.

"Israel akan tamat. Amerika Serikat dan sekutunya tak akan mampu membendung kami, Insya Allah. Kami hanya butuh bantuan doa dari saudara-saudara kami di seluruh penjuru dunia," ujar Khalid bin Ahmad (30).

Dilaporkan organisasi pemantau permukiman Yahudi, Peace Now, seperti dilansir AFP, Rabu (13/12/2017), rencana memindahkan Yerusalem sebagai ibukota Israel itu disetujui oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Avigdor Liebermen.



Pergerakan pasukan secara besar-besaran ini membuat Amerika Serikat harus berpikir keras. Karena selain ancaman dari Mujahidin dan Taliban, AS masih harus memikirkan Korea Utara yang siap meluncurkan rudalnya. (aljazeera)



1 komentar:

  1. Semoga para mujahidin tetap gigih berjuang demi menyelamatkan Gaza dari gempuran tentara Zionis Israel. http://transparan.id

    BalasHapus