Sponsored by

Jumat, 27 Oktober 2017

Pemutaran Film Selembar Itu Berarti di Tanjungbalai Menuai Protes, Warga Bakal Lapor ke Saber Pungli


Pemutaran film Selembar Itu Berarti di GOR Tanjungbalai menuai protes dan kecaman dari orangtua siswa. Bahkan beberapa di antara mereka berjanji akan melaporkan panitia dan Dinas Pendidikan Tanjungbalai ke Saber Pungli.

Johan (37) salah satu orang tua siswa mengeluhkan kutipan sekolah sebesar Rp15000 kepada setiap siswa. Johan menyebutkan bahwa hal tersebut sangat memberatkan. Apalagi hasil kerjanya sebagai nelayan sudah sangat pas-pasan.

"Proyek orang Dinas Pendidikannya ini bang. Ada aja cara mereka. Setiap anak dikutip bayaran Rp15000 buat nonton film. Belum lagi ongkosnya. Sementara penghasilanku buat makan aja nggak cukup," keluh Johan yang diiyakan rekan-rekan sesama orangtua siswa.

"Sampai di gedung, tak ada yang fokus nonton kutengok bang. Main-mainnya anak-anak itu. Padahal uang tiketnya aku dapat dari ngutang. Kekginilah nasib kami bang. Jadi sapi perah aja," lanjut duda anak tiga tersebut.

Hal serupa juga diungkapkan Amir (42). Tukang becak ini bahkan ingin melaporkan kutipan terhadap siswa sekolah tersebut ke Saber Pungli.

"Mau kulaporkan ini ke Saber Pungli bang. Ada pula kutipan buat nonton. Padahal tak ada di kurikulum sekolah. Dah pasti kali orang Dinas Pendidikan yang punya proyek ini," tegas Amir.

Menurut pengamatan wartawan, Ketua Panita yang bernama Lisa bersama teamnya menginap di Hotel Dinas Pendidikan Jalan MT Haryono Tanjungbalai, di depan SMAN 1 Tanjungbalai.

Pemutaran film selama 6 hari di GOR Tanjungbalai ini sarat dengan muatan bisnis. Dinas Pendidikan Tanjungbalai hanya mencari keuntungan dengan menjual tiket ke siswa Sekolah Dasar.

Meskipun mereka tahu, pangsa pasar film ini bukanlah siswa SD melainkan SMA. Tapi karena jumlah siswa SD sangat banyak dan sangat menggiurkan untuk dijadikan lahan bisnis, maka tiket pun disebar di sekolah-sekolah dasar di Tanjungbalai. (dian)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar