Sponsored by

Kamis, 16 November 2017

Deliserdang Heboh! Salon Dirampok, Anak Pemilik Rumah Dibunuh, Kejadiannya Sore Hari!


Para bandit di Sumut semakin mengganas. Mereka beraksi tak mengenal waktu. Seperti peristiwa sadis yang menghebohkan warga Deliserdang ini.

Peristiwa itu persisnya terjadi di ‘Salon Winda’, Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 14 Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjung Morawa, Deliserdang, Selasa (14/11/2017) sekira jam 16.00 Wib.

Richard Panes Pakpahan (16), anak Ny Linceria Sitorus (45), pemilik salon, awalnya ditemukan sekarat usai dibekap sang perampok yang akhirnya berhasil kabur tanpa menggondol hasil aksi.

Info dihimpun dari lokasi kejadian menyebut, peristiwa bermula dari kedatangan seorang pria mengaku bernama Ijal. Laki 35 tahun itu datang dengan menumpang becak bermotor (betor). Saat dia turun, seorang pria menunggu di atas betor. Setiba di warung sekaligus salon itu, pada Ny Linceria, Ijal memesan kopi luwak.

Di situ, dia lalu bertanya soal keberadaan Richard, anak Linceria. Tak curiga karena mengira Ijal mengenal anaknya, Linceria pun menyebut Richard tengah tidur di kamar. Tak berapa lama kemudian, Ijal pun permisi menumpang buang air kecil di toilet dalam rumah usaha salon dan warung itu. Lagi-lagi tak curiga, Linceria pun mengizinkan pria itu masuk.

Namun hingga beberapa lama Ijal tak keluar dari dalam rumah. Kecurigaan pun muncul dalam pikiran Linceria. Apalagi saat masuk ke dalam rumah, gerak-gerik Ijal sudah mencurigakan. Ia pun masuk ke rumah.

Tapi di situlah dia mendadak kaget setengah mati. Linceria melihat anaknya yang masih pelajar kelas II SMP itu dibekap oleh Ijal dengan bantal. Saat itu, kondisi mulut Richard tampak berlumur darah. Temuan itu sontak membuat Linceria menjerit kencang. Tapi seketika itu pula Ijal berhasil kabur usai mendorong Linceria yang coba menghadangnya.

Dengan becak mesin yang mengantarnya, laki itu kabur ke arah Medan. Teriakan Linceria lalu mengundang perhatian warga dan tanpa membuang waktu, korban dilarikan ke RS PTPN2 Tanjung Morawa dengan menumpang becak bermotor.

Meski tim medis melakukan pertolongan, namun hingga jam 17.40 wib, Richard tidak sadarkan diri. Akhirnya, atas permintaan pihak keluarga, maka Richard pun dirujuk ke RS Pirngadi, Medan. Seorang petugas sekuriti RS Pirngadi menyebut, Richard dan orangtuanya tiba sekira jam 19.30 Wib.

Saat itu, kondisinya sudah sangat kritis. Sempat ditangani dokter, tapi nyawa Richard tidak lagi tertolong. Remaja itu menghembuskan nafas terakhirnya.

“Sempat mau dimasukkan 4 infus bang dekat kedua jempolnya, tabungnya pun aku yang ngangkat karena lihat kondisinya kritis. Dibantu alat pompa jantung juga nggak mau juga,” kata petugas sekuriti tersebut. Temuan kematian Richard kontan membuat ayahnya terdengar mengutuk sang pembunuh anaknya. Menurut seorang tetangganya, keluarga Linceria baru tiga bulan tinggal di kawasan itu.

“Kami tidak tau kalau korban ada masalah, korban dan keluarganya baru tinggal tiga bulan. Kami tidak ada mendengar suara ribut,” ujar salah seorang warga.

Amatan di lokasi, warga sekitar terlihat memadati rumah korban. Sementara Linceria masih terlihat shock. Ia terus menangis histeris. Keluarganya pun berusaha menenangkan Linceria.

Personel Polsek Tanjung Morawa dan Sat Reskrim Polres Deliserdang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas pun sudah memasang garis Polisi di gerbang masuk dan pintu rumah. Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Fredly, didampingi Kanit Reskrim Ipda OJ Samosir saat dikonfirmasi menyebutkan jika pihaknya masih melakukan penyelidikan.

“Diduga pelaku sudah pernah ke rumah korban untuk membaca situasi rumah,” kata Fredly. Hingga kemarin polisi masih memburu laki bernama Ijal itu. (wal)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar