Sponsored by

Kamis, 16 November 2017

HOROR! SMKN 1 Siantar Diserang Kuntilanak, Genderuwo dan Bocah Gaib!!!


Insiden kesurupan sembilan orang siswi SMK Negeri 1 Siantar, Senin (13/11/2017) pagi kemarin memunculkan cerita baru. Di sekitar gedung sekolah yang berdiri di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun itu, dikatakan sering terjadi penampakan, berupa bocah gaib, kuntilanak dan gendoruwo. Hiii…!

Peristiwa yang menghebohkan usai apel Senin pagi kemarin, kini menjadi perbincangan oleh sejumlah kalangan. Dari sejumlah orang yang selalu beraktifitas dan tinggal sekitar yang berhasil diwawancarai, hampir semuanya mengakui keangkeran kompleks sekolah negeri.

Sejumlah siswa SMK Negeri 1 yang berhasil ditemui, Selasa (14/11/2017) siang, mengakui bahwa teman mereka yang kesurupan kemarin, mengalami kejang-kejang dan berteriak histeris. Dari penuturan mereka, diakui bahwa di sekitar kompleks sekolah tersebut sering terjadi penampakan berupa mahluk kecil berusia antara tiga sampai empat tahun.

Nah, saat telihat, ‘bocah’ gaib itu disebut selalu menangis dan bersuara minta tolong. Hal itu juga diakui warga sekitar bermarga Sinaga (55).

Suara aneh makhluk astral tersebut dikatakannya sering terdengar dari arah kamar mandi sekolah. Bahkan, sehari sebelum kejadian seorang anaknya juga mendengarkan suara ayam jantan berkokok tengah malam, meski dia sendiri tak mendengarnya.

“Sering ku dengar suara air mengalir seperti orang mandi dari dalam kamar mandi itu, karena sudah terbiasa, kami sudah tidak takut. Kalau secara kasat mata, di sini sepertinya makhluk gaib yang dikatakan orang hantu seperti katanya kuntilanak, gondoruwo (gendoruwo) dan anak kecil,” kata Sinaga.

Sementara itu, Sianturi (63), warga Kecamatan Siantar, menyebutkan bahwa lokasi sekolah SMK Negeri 1 Siantar sebelumnya adalah kantor SKPD Kabupaten Simalungun. Sejak pindah ke ibukota Simalungun Raya, lokasi kantor tak berpenghuni hingga bertahun-tahun. Beberapa hari sebelum kejadian kerasukan itu, anak Sianturi dikatakan juga mendengar suara ayam jantan berkokok.

“Anak saya mengatakan ada ayam tengah malam berkokok. Ku jawab gak ada, eh rupanya kejadian kesurupan tadi pagi,” bebernya. Dikatakan, sebelum insiden kemarin, sudah pernah terjadi insiden serupa.

Seorang siswi kelas tiga mendadak menjerit sewaktu belajar di dalam kelas. Nafasnya tiba-tiba sesak dan berteriak teriak sampai pingsan berkali kali. Kemudian, setiap sadar dia menjerit-jerit. “Kuntilanak! Kuntilanak!”

Sianturi kembali menceritakan bahwa sebelum kompleks SMK N 1 Siantar itu dibangun, ada kantor Bupati yang dibangun sekitar tahun 70-an. Sebelumnya lagi, lokasi tersebut adalah kebun rambung milik PTPN.

Dan menurutnya, semasa zaman penjajahan dan pemberontakan tahun 1965, lokasi itu adalah tempat pembuangan mayat atau tempat eksekusi mati orang bersalah.

“Arwah di sekitar lokasi sekolah eks kantor Bupati itu jahat. Ada kuntilanak, gondoruwo, mahluk gaib berwujud siluman juga ada,” ucapnya.

Terkait dengan kerasukan siswi itu, Kepala SMKN 1, Rohdearni Saragih, yang berhasil dikonfirmasi, Selasa (14/11) siang mengatakan, bahwa empat dari sembila siswa yang kerasukan sudah aktif mengikuti proses belajar.

Sementara, untuk sebahagian siswa lain masing-masing, diberikan waktu istirahat tiga hari lagi karena kondisinya masih lemah.

“Kita juga senang peristiwa ini dipublikasikan. Kita mau tau apa penyebab siswa-siswa bisa seperti itu. Agar semua bisa membantu memberikan solusi terbaik mengapa terjadi kerasukan,” katanya. Sebagai tindaklanjut, pihaknya mengatakan akan berkoordinasi dengan orangtua siswa.

Tapi, dia membantah sebelum insiden kemarin, sudah pernah ada siswa yang kesurupan. “Ngak ada pak, ngak pernah. Sejak dibangunnya SMK Negeri 1 Siantar Tahun 2009 hingga siswanya berjumlah 776 siswa, sejak itu lah saya menjabat kepala sekolah. Tidak pernah ada siswa kerasukan. Jadi seingat saya ini baru pertama sekali, entah lah kalau di SMK lain, itu saya tidak tau,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembilan siswi SMK Negeri 1 Siantar di Jalan Sang Naualuh, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun mendadak berteriak-teriak, selepas apel pagi, dengan tubuh kejang-kejang akibat kesurupan Senin (13/11) sekira jam 09.00 Wib. Peristiwa itu pun membuat seisi sekolah mendadak geger. Warga sekitar spontan berdatangan menyaksikan kejadian tersebut. (ag)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar