Sponsored by

Jumat, 10 November 2017

Massa Namorambe Bersatu Kejar Begal, Mobil Polisi Dibuat Berdarah-darah, Begal Tewas Dengan Mata Copot


Pun sudah diamankan dari amuk massa, ratusan warga tetap mengejar mobil polisi yang memboyong sang maling. Inilah kisah anarki massa ‘tersadis’ sepanjang sejarah apes maling-maling (sepeda motor) di Sumatera Utara.

Aksi amuk massa menyeramkan itu terjadi di Jalan Besar Dusun 2 Desa Tangkahan, Kecamatan Namorambe, Deliserdang, Kamis (9/11) siang pukul 12.30 WIB. Hingga kemarin malam, polisi belum menemukan identitas sang maling sepeda motor yang mati secara mengenaskan itu.

Info dihimpun dari lokasi amuk massa menyebut, maling nahas berusia 30-an tahun dan mengenakan celana jeans ponggol (potong) itu bermula dari aksinya siang itu mencuri kreta Yamaha Vixion, BK 4054 AGB, milik Brema Ginting (20), warga Dusun 1, Desa Namorambe, Kecamatan Namorambe.
Ceritanya, jelang aksi pencurian berujung maut sadis itu terjadi, Brema -mengendarai Vixion menjemput ibunya yang sedang berada di Desa Namo Pinang, Kecamatan Namorambe. Nah, setiba di Namo Pinang, Brema memarkirkan motornya pas di samping SD Negeri tempat ibunya, A Beru Sinukaban (46) mengajar.

“Ketika aku masuk ke kantor sekolah, aku baru ingat kalau kunci keretaku tertinggal. Dan aku ingin mengambilnya. Tapi ketika aku hendak menuju ke keretaku, aku melihat pelaku sudah membawa keretaku,” ujar Brema.

Melihat sosok laki berambut lurus dan berkumis tipis itu melarikan keretanya ke arah Namorambe, Brema yang panik langsung mengontak sejumlah temannya agar menghadang pelarian sang maling kretanya di depan Mapolsek Namorambe. Kabar itu langsung direspons.

Dalam hitungan menit, seratusan warga telah menutupi badan jalan depan Mapolsek Namorambe. Guna menghadang, massa bersenjata batu-batu itu bahkan meletakkan kursi di tengah jalan lintas itu.

Nah, jelang melintasi depan Mapolsek Namorambe, temuan seram itu kontan menyiutkan nyali sang tersangka maling kreta milik Brema. Laju Vixion curian itu pun langsung berbelok arah ke jalan menuju kawasan perladangan warga di sana.

Melihat sang maling bersama kreta curiannya merangsek ngebut ke arah perladangan, seratusan warga langsung mengejar. Maling itu pun semakin panik hingga akhirnya terjebak di sebuah jalan buntu. Dari situ dia kemudian merangsek ke arah persawahan yang berujung di sebuah pemukiman kampung.

“Tapi belum sempat tiba di perkampungan itu, warga yang mengejar pelaku akhirnya berhasil menangkapnya,” kata saksi mata peristiwa ngeri itu.

Tak ayal lagi, pelaku langsung dipukuli sampai bermandikan darah. Sampai di sini, nyawa sang maling masih bisa diselamatkan karena polisi langsung tiba di lokasi pembantaiannya. Begitu pelaku diamankan, sejumlah polisi langsung membawanya ke Polsek Namorambe.

Tiba di polsek Namorambe, polisi berencana membawa pelaku ke Desa Namo Pinang tempat kejadian guna melakukan pengembangan kasus. Ironisnya, belum tiba di TKP, mobil Kijang Kapsul BK 1843 BC–milik Kanit Reskrim Polsek Namorambe Iptu (Pol) W Tarigan–yang memboyong pelaku, mendadak dihadang ratusan warga. Jumlah massa kali ini tampak lebih banyak dibanding saat menghadang di depan Mapolsek Namorambe.

“Mobil polisi yang membawa pelaku itu dihadang warga pas di Jalan Besar Dusun 2 Desa Tangkahan,” sambung warga lain yang juga melihat amuk massa itu.

Ketika mobil tersebut berhasil dihentikan, ratusan warga yang telah berkerumun lalu mengeluarkan pelaku dan kembali menghajarnya.

“Ratusan warga kemudian menyeret pelaku ke dalam kebun sawit. Di sana, massa kembali menghajar pelaku hingga tewas dengan menggunakan batu dan kayu. Ngeri kali lah, warga melempari pelaku dengan batu sampai keningnya bolong akibat terkena batu, mata sebelah kirinya juga keluar, mulutnya pecah, rusuk kiri kanan patah, pelaku tewas di tempat,” bebernya.

Kisah amuk massa mengerikan itu diamini Kanit Reskrim Polsek Namorambe Iptu (Pol) W Tarigan.

 “Kita tidak bisa menghadang ratusan warga yang menghadang kita. Pelaku juga memiliki ciri ciri bibir sumbing dan memiliki tato di sebelah kanan tangannya. Dan pelaku sudah kita bawa ke RS Bhayangkara (Medan). Dan kasus ini murni pencurian, warga yang menghadang kami ada sekitar 1000 orang. Dan sampai saat ini nama dan alamat pelaku belum kami ketahui karena pelaku tidak memiliki (kartu) identitas,” jelas Iptu (Pol) W Tarigan saat dikonfirmasi wartawan. (tepu)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar