Sponsored by

Kamis, 16 November 2017

SERU! Kronologi Bentrok Mahasiswa USU Ini Kayak Film Mafia Hongkong



Tidak senang temannya diduga dipukuli, mahasiswa Fakultas Hukum dan mahasiswa Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara (USU) terlibat bentrok, empat mobil dirusak, Rabu (15/11) jam 14.00 Wib. Akibat kejadian itu, sebagian kaca bangunan pusat bahasa yang juga gedung kuliah Pascasarjana Linguistik hancur.

Tidak hanya itu, tiga mobil pribadi juga rusak. Informasi dihimpun, bentrok antar mahasiswa dipicu perkelahian beberapa mahasiswa. Sehari sebelumnya, Selasa (14/11) mahasiswa Teknik Sipil disebut-sebut dipukuli mahasiswa Fakuktas Hukum.

Tidak terima, keesokan harinya, puluhan mahasiswa Teknik Sipil mendatangi Fakultas Hukum. Mereka mencari dan memukuli mahasiswa yang melakukan pemukulan terhadap mahasiswa Teknik Sipil.

Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum yang mengetahui adanya pemukulan oleh mahasiswa Teknik Sipil di fakultasnya langsung mengejar sekelompok mahasiswa Teknik Sipil itu. Satpam kemudian bereaksi cepat dengan menutup semua pintu gerbang usai sekelompok mahasiswa Teknik Sipil itu berhasil kabur dari Fakultas Hukum.

Bukannya mereda, sekelompok mahasiswa Fakultas Hukum justru menggalang kekuatan. Kendati pagar fakultas ditutup, puluhan mahasiswa berhasil keluar melalui jalur belakang, tepatnya di Gedung Pusat Bahasa.

Mereka lalu mendatangi Fakultas Teknik Sipil sambil melempari batu. Salah seorang mahasiswa yang menjadi saksi kejadian menceritakan, saat pelemparan tersebut, salah seorang dosen teknik melintas dan menjadi sasaran pelemparan batu karena menegur aksi mahasiswa itu.

Tidak terima dosennya dilempari batu, mahasiswa Teknik Sipil lalu menggalang kekuatan dan memukul mundur mahasiswa Fakultas Hukum.

“Mahasiswa Teknik Sipil lalu mengambil bambu dan batu bata yang ada di pinggir jalan dan melempari mahasiswa Fakultas Hukum yang lari mundur ke fakultasnya,” ujar mahasiswa berambut gondrong yang enggan disebutkan namanya itu.

Gedung Pusat Bahasa yang berada di tengah-tengah kejadian sebagian kacanya rusak karena lemparan batu. Tiga mobil hancur, salah satunya mobil Toyota Rush hitam BK 1015 DG milik dosen yang juga Sekretaris Program Studi Sastra Inggris FIB USU, Rahmad Rangkuty.

Petugas Polisi yang mengetahui periatiwa itu langsung turun ke lokasi bentrok. Kapolsek Medan Baru, Kompol Viktor Ziliwu yang turun langsung meredam situasi. Setelah kondusif, kemudian diadakan pertemuan untuk mediasi antara mahasiswa Fakultas Hukum dengan mahasiswa Fakultas Teknik Sipil USU.

Dikatakan Viktor, dalam mediasi itu, perwakilan dari mahasiswa Hukum menerangkan kronologi terjadinya kericuhan. Kericuhan itu terjadi, karena awal mulanya mahasiswa dari Fak Hukum yang bernama Roberto J. Silalahi bersenggolan saat mengendarai sepeda motor dengan orang yang tidak dikenal memakai jaket bertuliskan Sipil Engenering.

Kemudian mahasiswa Fak. Hukum bernama Roberto J Silalahi terjatuh dari sepeda motor dan dipukul oleh orang yang memakai jaket bertuliskan Sipil Engenering. Permasalahan tersebut berlanjut, mahasiswa dari Fakultas Teknik Sipil mendatangi sambil melempar batu ke arah mahasiswa Fakultas Hukum sehingga terjadi kericuhan.

“Situasinya sudah kondusif, antara kedua mahasiswa Teknik Sipil dan Fak hukum sudah bertemu dan dimediasi. Mahasiswa sudah membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbuatan mereka itu,” pungkasnya. (baim)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar