Sponsored by

Jumat, 22 Desember 2017

Bos Lion Air : Kamu Untung Saya Untung, atau Kamu Rugi Saya Untung


Sedang viral di medsos tentang bagaimana Lion Air menzalimi penumpangnya.
Petikan wawancara bos Lion Air Rusdi Kirana dengan Reni Rohmawati, wartawan Majalah Angkasa ini bisa membuka mata kita bagaimana dia menjalankan bisnisnya.

Saya tak mau berdebat soal menipu atau tak menipu. Kalau memang saya menipu, tuntut saja ke pengadilan. Dalam negosiasi itu, kamu setuju saya setuju, kamu untung saya untung, atau kamu rugi saya untung. 

Saya beli pesawat lebih mahal, yang bodoh saya. Tentang Boeing, saya dapat harga yang bagus karena saya berani ambil pesawat yang belum dibikin. Kemudian kita berhasil. Itu kembali ke kejelian. 

Dulu, di Indonesia pakai B737-200 karena gampang pilotnya, teknisinya. Saya ambil MD-82 dengan 168  penumpang, lebih banyak 40 seat dari pesawat itu. Ini out of the box. Di bisnis itu, apa yang kita dapat bukannya apa yang bisa kita dapat. Itu adalah hasil negosiasi kita dan kerja keras. 

Ini bicara kerja kemanusiaan ya, bukan ketuhanan. Saya sekarang kerja santai karena kita bisa buat orang bekerja dengan sistem dan kepercayaan. Mereka percaya bahwa mereka tak akan ditinggalkan oleh Rusdi. Kita timbulkan loyalitas.

Walaupun mulai sekarang ingin “membuka diri”, Rusdi tak ingin eksposenya didramatisasi terkait kehidupan masa lalunya yang sulit. Ia bersyukur diberi kesempatan 13 tahun berkembang, “Dan saya misteri, wajar orang ingin tahu. Saya dapat e-mail dari berita di Washington Post. Di sana ditulis tentang saya ‘… an airlines who domain Indonesia’s domestic market run by unnamed’. Saya dianggap orang misteri. Saya juga disebut psycho businessman. Padahal saya tidak pemalu.”

Ia pun cerita sewaktu diminta bicara di Washington University untuk program MBA-nya karena salah seorang anaknya sekolah di sana. 

“Saya ditanya, di-compare dengan airlines di Amerika, Lion Air seperti yang mana? Saya bilang, tak ada. Airlines saya adalah yang terburuk di dunia. My airlines is the worst in the world, but you have no choice. Makanya ada yang bilang, Lion Air dibenci tapi dirindu,” tuturnya.

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Desember 2013, dengan judul asli “Rusdi Kirana: Sosok Misteri – Who Makes People Fly.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar