Sponsored by

Kamis, 07 Desember 2017

Geng Mata Sipit di Medan Ini Kembali Berulah, Tonton Nih...



Hendra Oei (29) warga Jalan Perak, Gang Timah, Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, benar-benar berurusan dengan polisi. Karena ulahnya bak pengendara ‘Koboy', pria Tionghoa ini pun akhirnya mendekam di sel tahanan Sat Lantas Polrestabes Medan.

Polisi meringkus pria turunan Tionghoa itu dari Hotel Grand Aston di Jalan Balai Kota, Medan, Rabu (6/12/2017) siang. Dia ditangkap bersama 2 orang rekannya, atas laporan korban bernama, Yudiono (29) yang berprofesi sebagai dokter gigi, beralamat di Jalan Pukat Banting 2, Gang Obor, pada 21 September 2017 lalu.

Videonya sempat viral di dunia maya. Saat itu Hendra mengamuk di jalanan ketika terlibat cekcok dengan Yudiono dan memukuli kaca mobil milik dokter gigi tersebut hingga pecah. Aksi itu dilakukan pelaku bersama 2 rekannya yang ditangkap di kawasan Jalan Mandala By Pass, Medan.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan drg Yudiono ke Polrestabes Medan dengan nomor LP: 1913/K/IX/2017/POLRESTABES MEDAN, yang diterima oleh Panit SPKT, Ipda Sahat Hasudungan. Dua bulan berlalu setelah kejadian itu, Hendra Oei yang ternyata masih dalam assesment (rehab) BNN setelah sebelumnya ditangkap saat memakai narkoba, berulah lagi di jalanan umum.

Tepatnya tanggal 11 Oktober 2017 kemarin, Hendra kembali bertingkah ‘koboy’ di jalanan. Pria yang kerap mengendarai mobil Honda CRV warna Putih BK 1594 UM, merusak mobil pengendara lain. Tak hanya merusak mobil pengendara di depan umum, bahkan korbannya, Christian Purba (30) warga Jalan Perjuangan, No. 476 A, Kecamatan Medan Helvetia, turut dianiaya.

“Kaca mobil saya dipukuli. Pelipis kiri saya sampai bengkak akibat diseruduk pakai kepalanya,” kata Christian Purba kepada wartawan di Polrestabes Medan, Rabu (6/12/2017) sore. Dijelaskan Christian, bahwa antara dia dan Hendra tak saling kenal.

Namun, sewaktu kejadian, Christian yang saat itu mengendarai mobil Toyota Calya warna Putih, BK 1515 GZ, terlibat perseteruan dengan Hendra di Simpang Jalan Emas, Medan Area hingga ke Jalan Asia.

“Waktu itu, mobil saya di belakang mobil dia. Pas di Simpang Jalan Emas, agak macet, saya tunggu. Sesudah renggang (tidak macet) saya klakson 2 kali, tapi dia gak jalan sampai macet lagi dan kembali renggang hingga saya klekson panjang. Kemudian dia buka kaca mobilnya sambil maki-maki saya menggunakan perkataan kotor,” kenang Christian.

Tak sampai di situ, Hendra yang merasa tak senang ternyata kembali menyuruh Christian berhenti ketika keduanya sampai di Jalan Asia arah ke Jalan Bakaran Batu, Kecamatan Medan Area. Hendra kemudian menggedor kaca mobil Christian dan menyuruhnya keluar.

Karena malas menanggapi, Christian pun tetap berada di dalam mobilnya. Namun, pacar pelaku yang bernama, Ciana Tan (25), yang ngekos di Jalan Batubara, Simpang Gandhi, No 13, Kecamatan Medan Area, juga ikut memukul kaca mobil depan milik Christian.

“Aku kemudian turun, terus dia maki-maki aku sama pacarnya itu. Lalu dia kesetanan dan menyeruduk muka ku sampai bengkak pelipis kiri ku. Aku gak senang, lalu dia mengajak ku ke Jalan Tembaga. Ku pikir dia mau baikan, rupanya bukan,” ujarnya. Di sebuah warung di Jalan Tembaga, Christian dan Hendra memarkirkan mobil masing-masing.

Namun, tak lama berselang, Hendra dan Ciana pergi keluar Jalan Tembanga dengan berjalan kaki. Selanjutnya, Christian tak melihat keduanya lagi. Sementara, mobil CRV milik Hendra masih terparkir dengan dipalangi mobil milik Christian.

“Rupanya dia dan pacarnya pergi diam-diam dan gak kembali lagi. Ku tunggu setengah jam, yang datang adiknya bernama, Michael Oei bersama 3 orang temannya naik mobil Suzuki X Over. Mereka mau membawa mobil abangnya (Hendra) diam-diam. Makanya aku palang mobil ku di depannya supaya mereka gak bisa kabur begitu aja,” ungkapnya.

Karena merasa terhalangi, Michael yang mencoba kabur, memaksa dengan menabrak mobil milik Christian di bagian depan sampai 5 kali. Akibatnya, mobil itu pun ringsek. Sementara, 3 teman Michael Oei, berupaya mendobrak pintu dan memukul kaca mobil milik Christian agar dia meminggirkan mobilnya.

“Sampai ramai dia itu bang, lalu aku telpon teman ku dan ayahku. Gak lama, polisi membawa mobil kami ke Satlantas Polrestabes. Saya pun melapor kasus penganiayaan saya ke Polsek Medan Area. Sedangkan kasus perusakan mobil, saya laporkan ke Sat Lantas Polrestabes Medan,” sebutnya, sambil menunjukan bukti laporan penganiayaan No LP 1086/K/XI/2017/SPK Sektor Medan Area.

Diakhir keterangannya, korban dan keluarganya yang sempat datang ke Polrestabes Medan, berharap kepada pihak kepolisian agar serius menangani prihal kasus yang menimpanya.

“Kami juga berharap agar polisi memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku. Saya merasa dirugikan. Saya dianiaya dan mobil saya rusak parah sampai tidak terpakai akibat ditabrak dan dipukuli pelaku bersama adik dan teman-temannya,” harap, korban mengakhiri.

Terkait diamankannya pelaku, Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP M Saleh SH SIK MH, belum bisa menjawab, konfirmasi wartawan yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp di handphonenya. (vin)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar