Sponsored by

Minggu, 03 Desember 2017

Tulisan Ini Membongkar Keanehan Bisnis LBP dan Putra Presiden



Persoalan-persoalan yang melilit Jokowi, yang selama ini dinilai suka menggampangkan masalah, semakin hari semakin terbongkar. Termasuk di antaranya soal Rakabu Funiture. Hingga 2013, perusahaan Rakabu itu masih atas nama Jokowi, dan jelas ini melanggar UU Pemda.

Itu di antara informasi yang beredar di dunia maya belakangan ini. Informasi lain di dunia maya juga menyebutkan soal bisnis anak tertua Jokowi yang masih berusia 25 tahun, Gibran Rakabuming. Dalam satu kesempatan disebutkan, Gibran mengaku memulai usaha dengan pinjaman dari bank sebesar Rp 1 miliar. Bidang usaha yang dilakoninya adalah bisnis katering.

Di sisi lain, ada informasi yang menyebutkan, Luhut Panjaitan mengaku punya kepemilikan di PT Rakabu Sejahtera. Adalah sejak 2009, Luhut  menggandeng Gibran yang saat itu masih berusia 20 tahun untuk mendirikan Rakabu Sejahtera.

Disebutkan, modal awal PT Rakabu sejahtera itu sebesar 16, 19 miliar yang berasal dari Gibran, dan sisanya dari Luhut atas nama Toba Sejahtra sebesar Rp 15,55 miliar.

Pertanyaan di media sosial itu, apa alasan Luhut mau bekerjasama dengan anak muda yang masih berusia 20 tahun itu? Dan dari mana anak muda yang sedang bersekolah di Singapura itu memiliki uang lebih dari Rp 16 miliar?

Jokowi sendiri, masih dalam informasi itu disebutkan, punya kekayaan sebesar Rp 10,7 miliar pada 2005, dan meningkat menjadi Rp 14 miliar pada tahun 2008. Kemudian pada tahun 2012 meningkat lagi menjadi 27,2 miliar. Kekayaaan ini naik karena Kenaikan nilai jual obyek pajak (NJOP) tanah dan bangunan.

"Pertanyaannya kemudian, jika hampir semuanya kekayaannya berbentuk aset, dari mana uang setoran Gibran Rabuming yang lebih dari Rp 16 miliar itu? Biarlah Jokowi dan Iriana menjawab ke publik," demikian salah satu pertanyaan dari media sosial yang muncul itu, terkhusus dari facebook Semoga Dapat Presidenidaman. [ysa/rmol]



Tidak ada komentar:

Posting Komentar