Sponsored by

Sabtu, 24 Februari 2018

VIRAL! Gara-gara Acara Lempar Telur Ketika Ultah, Mata Pelajar Ini Buta



Entah siapa yang memulai ritual perayaan ulang tahun dengan cara “disiksa” seperti ini. Teman diikat ke tiang, diceplokin telur, lalu dikasih tepung. Nggak jarang juga ada yang menyiram dengan air got alias comberan.

Kebiasaan tersebut sering dilakukan oleh anak-anak sekolahan dan anak kuliahan. Niatnya sih seru-seruan, mungkin biar perayaan ulang tahun tersebut bisa dikenang seumur hidup oleh yang bersangkutan. Tapi makin ke sini budaya tersebut semakin kejam.

Baru-baru ini, perayaan ulang tahun yang barbar ini memakan korban. Seorang pelajar harus kehilangan penglihatannya tepat di hari ulang tahunnya.

Beredarnya berita tentang kejadian memilukan ini bermula dari sebuah akun Facebook bernama Polres TebingTinggi yang menceritakannya pada 23 Februari lalu. Melalui unggahannya, Humas Polres Tebing Tinggi, Sumatera Utara ini menghimbau agar masyarakat tidak lagi membudayakan perayaan ulang tahun secara kejam seperti ini.

Karena pada beberapa waktu lalu seorang pelajar jadi buta setelah dirayakan ulang tahunnya dengan cara diceploki telur. Lebih mirisnya lagi, telur yang digunakan adalah telur busuk.

Cairan telur tersebut kemudian mengenai matanya. Akhirnya setelah dibersihkan, sang pelajar nggak bisa melihat. Pada saat dibawa ke dokter mata, penglihatan si pelajar benar-benar menjadi buta dikarenakan bakteri pada telur busuk merusak kornea matanya. Tuh, kalau sudah gini siapa yang bisa diminta pertanggungjawaban?

Perayaan ulang tahun seperti ini sebenarnya nggak cuma kali ini menjadi sorotan publik. Beberapa waktu lalu, netizen dibikin heboh sama unggahan seorang pelajar tentang kesuksesannya merayakan ulang tahun temannya. Nggak lupa, pelajar ini mengunggah foto hasil kekejaman mereka kepada yang sedang berulang tahun.


Masih memakai seragam sekolah, teman perempuannya diikat ke sebuah tiang lalu disiram. Jelas terlihat dari raut wajah yang dirayain ulang tahunnya kalau perbuatan teman-temannya berlebihan. Sampai-sampai pelajar ini menangis.

Nggak cuma itu, juga pernah kejadian seorang karyawan tewas tersengat listrik setelah teman-temannya mengikatnya di tiang listrik lalu menyiramnya dengan air tepat di saat hari ulang tahunnya.

Saat-saat sekolah tentu menjadi zaman dimana kita sedang senang-senangnya. Apapun yang dilakukan membawa pengalaman tersendiri untuk dikenang dikemudian hari. Salah satunya dengan perayaan ulang tahun seperti ini.

Namun, bukankah perayaan ulang tahun dengan cara lain juga bisa menciptakan kenangan yang nggak bisa dilupakan? Memberikan kejutan dengan kado atau makan malam misalnya? Rasanya perayaan ulang tahun dengan mengikat lalu diceploki telur plus tepung sudah nggak bisa dianggap candaan lagi.

Ini sudah masuk penganiyaan yang jelas-jelas bisa menimbulkan korban. Dan kamu yang melakukannya bisa saja diseret ke meja hukum karena apa yang kamu lakukan udah termasuk tindak kriminal seperti yang tertera di Pasal 351 ayat (1) dan Pasal 352 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

Jadi kalau kamu udah tahu perayaan ulang tahun yang awalnya buat seru-seruan ini ternyata banyak memberikan kerugian, jangan dilakukan lagi ya. Masih banyak kok cara lain untuk merayakan ulang tahun teman-temanmu tanpa harus menimbulkan kerugian baginya. Niatnya bikin bahagia kok malah berakhir menderita?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar